Santri Pondok Pesantren

Menentukan Pondok Pesantren Untuk Ananda

Pondok Pesantren adalah sebuah pendidikan tradisional yang para siswanya tinggal bersama dan belajar di bawah bimbingan guru yang lebih dikenal dengan sebutan kiai dan mempunyai asrama untuk tempat menginap santri.

Jika mengacu pada hasil keputusan lokakarya yang diadakan oleh Departemen Agama tahun 1981, tujuan umum pondok pesantren adalah membina warga negara agar berkepribadian muslim sesuai dengan ajaran Islam dan menanamkan rasa keagamaan tersebut pada semua kehidupannya dan menjadikannya sebagai orang yang berguna bagi agama, masyarakat dan negara.

Menurut data yang di rillis oleh Direktorat Pendidikan Diniyah dan Pondok Pesantren Departemen Agama RI, saat ini jumlah pesantren yang terdaftar sebanyak 33.218 pondok pesantren yang tersebar di seluruh indonesia.

Namun dengan berjalannya waktu, saat ini pondok pesantren telah mengalami perkembangan yang sangat pesat. Pesantren bukan lagi hanya sebatas lembaga pendidikan tradisional yang fokus pada pelajaran agama saja, namun sudah berkembang menjadi lembaga pendidikan yang memadukan antara pendidikan agama dan pendidikan formal.

Saat ini Pondok Pesantren dapat diklasifikasikan menjadi 3 model:

1)  Pesantren Salaf

Pesantren model ini mempunyai beberapa karakteristik diantaranya:
pengajian hanya terbatas pada kitab salaf (kitab kuning), intensifikasi musyawarah (bahtsul masail), berlakunya sistem diniyah (klasikal), pakaian, tempat dan lingkungannya mencerminkan masa lalu, sebagaimana yang telah diterapkan di Lirboyo–Ploso–Kediri, al-Anwar Sarang Rembang dan Pacol Gowang Jombang. Pesantren salaf ini menerapkan sistem kemandirian yang tinggi. Para santri dididik untuk memiliki mental mandiri. karakter yang kuat dan tahan terhadap tekanan.

2) Pesantren Modern

Pesantren modrn memiliki beberapa karakteristik diantaranya penguasaan bahasa asing (arab dan inggris), tidak ada pengajian kitab-kitab klasik (kitab salaf), kurikulumnya mengadopsi kurikulum modern sebagaimana yang telah diberlakukan di beberapa pesantren antara lain: Pesantren Modern Darussalam Gontor Ponorogo, Zaitun Solo, Daar al-Najah dan Daar al-Rahman Jakarta. Para santri dididik untuk menguasai berbagai ketrampian teknologi sebagai bekal menghadapi persaingan global saat mereka terjun ke masyarakat

3) Pesantren Semi Salaf – Modern

Adalah pesantren yang berusaha untuk mengkolaborasikan antar sistem pesantren salaf dan pesantren modern, seperti pesantren Tebuireng dan Mathali’ul al-Falah Kajen. Adapun karakeristiknya adalah adanya pengajian kitab klasik (kitab salaf) seperti: taqrib, jurumiyah dan ta‟limul muta‟alim, ada kurikulum modern (seperti: bahasa inggris, fisika, matematika, manajemen dan sebagainya), mempunyai independensi dalam menentukan arah dan kebijakan, ada ruang kreatifitas yang terbuka lebar untuk para santri (seperti: keorganisasian, membuat buletin, majalah, mengadakan seminar, diskusi, bedah buku dan lain-lain). Keberadaan pesantren modern dipandang dan diharapkan sebagai wahana untuk mencetak manusia yang sempurna (insan kamil).

Catatan: Salah satu ciri pesantren semi salaf – modern adalah memadukan antara kurikulum kepesantrenan dengan kurikulum akademik

Bagaimana? Anda sudah bisa menentukan model pondok pesantren seperti apa yang cocok untuk ananda. Semoga artikel ini bermanfaat untuk Anda. (sumber: jejakpendidikan.com) (sb/iq)

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *